Golkar Institute dan Momentum Lahirnya Intelektual di Tubuh Partai Politik

Partai Golkar sebagai salah satu partai terbesar dan tertua di Indonesia baru saja meluncurkan sekolah pemerintahan dan kebijakan publik untuk para kadernya yang diberi nama Golkar Institute.
Dalam acara soft launching Golkar Institute Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan akan menjadikan Golkar Institute sebagai lembaga pendidikan dan riset politik paling disegani di Indonesia.
 
Tidak hanya itu kedepanya menurut, Ketua Pengurus Golkar Institute Ace Hasan Syadzily mengatakan Golkar Institute akan membuka program pascasarjana (S2) yang khusus untuk kebijakan publik pada bulan Agustus atau September nanti.
Menarik disini adalah ketika partai lain cenderung lebih pragmatis dan beriorentasi kepada hal-hal yang bersifat jangka pendek dalam merencanakan program-program kepartaiannya Partai Golkar justru mempunyai master plan besar untuk menumbuhkan kultur akademik dengan target jangka panjang menciptakan atmosfer intelektual dan teknokratik tumbuh di dalam Partai Golkar.
 
 
Inovasi Baru
 
Lahirnya Golkar Institute merupakan sebuah inovasi baru bagi Partai Golkar dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas kader terhadap pentingnya pendidikan serta ide untuk perkembangan partai menghadapi transformasi zaman.
Dengan hadirnya Golkar Institute,Partai Golkar telah melaksanakan dua fungsi utama dari sebuah partai politik itu sendiri yaitu fungsi pendidikan politik dan rekrutmen politik.
Dari segi pendidikan politik Golkar Institute menjadi wujud tanggung jawab Partai Golkar kepada seluruh kader terhadap pentingnya pendidikan, inovasi dan ide untuk mendorong perkembangan partai politik dan negara.
 
Dari segi rekrutmen politik hadirnya Golkar Institute diharapkan dapat menjadi pusat rekrutmen politik yang efektif guna menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang sosial, politik dan ekonomi.
Dua fungsi utama partai politik itulah yang selama ini tidak kita lihat dari partai lain. Sejauh ini stigma yang di dapat dari masyarakat partai politik yang ada saat ini cenderung abai terhadap kedua hal tersebut.
Seringkali partai politik tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi kadernya secara khusus dan bagi masyarakat secara umum.
 
Kurangnya pendidikan politik bagi kader partai politik berakibat tidak kompetennya kader tersebut saat menduduki jabatan-jabatan politik strategis yang ada hingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sering tidak maksimal bahkan puncaknya banyak politisi yang terjerat kasus korupsi akibat tidak mempunyai bekal pendidikan politik yang baik di partainya.
Kemudian dari segi rekrutmen politik,selama ini mayoritas partai cenderung menunjukkan proses rekrutmen yang tidak ideal. Rekrutmen politik dimaknai mayoritas partai sebagai kepentingan jangka pendek saja sehingga seringkali ditemukan dalam proses kandidasi mereka mengedepankan popularitas dan elektabilitas dari calon yang akan mereka usung dibanding kualitas.
 
Dengan adanya pendidikan politik yang baik di suatu partai akan berbanding lurus dengan output dari rekrutmen politik yang baik juga sehingga muncul banyak kader-kader berkualitas dari tubuh internal partai dengan kemampuan yang mumpuni.
 
 
Momentum Transformasi Partai Golkar
 
Lahirnya Golkar institute adalah satu dari sekian banyak inovasi yang dilakukan partai golkar dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.
Hal ini sesuai dengan janji Airlangga Hartarto sesaat setelah terpilih menjadi ketua umum yaitu akan mentransformasikan Golkar menjadi partai yang lebih modern.
 
Hal ini menurut Airlangga disebabkan era digitalisasi di jaman modern yang begitu pesat sehingga berpengaruh pada perkembangan organisasi partai politik.
Oleh karena itu sebagai partai besar dengan citra “partai orang tua” yang kadang bergerak secara lamban Partai Golkar mau tidak mau harus segera bertransformasi dan sejauh ini apa yang dilakukan Airlangga dengan inovasi dan gebrakanya berhasil membawa Partai Golkar secara perlahan tapi pasti bertransformasi menuju partai modern.
 
Sebagai salah satu partai tertua justru Partai Golkar lah yang paling siap bertransformasi menuju partai modern tercatat sejak Airlangga Hartarto memimpin Partai Golkar telah lahir beberapa inovasi-inovasi dari partai berlambang beringin ini.
Tercatat diantaranya pada awal tahun 2019 lalu Partai Golkar meluncurkan meluncurkan teknologi Augmented Reality dalam wujud aplikasi G4AR.
Sebuah aplikasi yang memungkinkan pemilih berinteraksi langsung secara sosial dengan Golkar, sekaligus bisa berswafoto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kapanpun dan dimanapun pada periode masa kampanye pemilu 2019.
 
Aplikasi ini dinilai berhasil di download ribuan pemakai,Partai Golkar pun di klaim sebagai partai yang berhasil menggaet pemilih pemula terbanyak di banding partai lain.
Kemudian pada awal tahun 2021 sesaat sebelum diluncurkan Golkar Institute,Partai Golkar meluncurkan pilot project studio digital yang digunakan sebagai sarana eksplorasi kreatif partai dalam melakukan komunikasi dua arah partai dan branding kepada generasi millennial.
Sampai dengan saat ini Partai Golkar layak disebut sebagai satu-satunya partai politik (parpol) yang telah mengimplementasikan revolusi industri 4.0 ke dalam cita-cita politik partainya.
 
Keberhasilan Partai Golkar dalam bertransformasi sebagai partai modern tidak lepas dari tangan dingin sang ketua umum dan jajaran pengurus yang solid dari tingkat pusat sampai tingkat daerah.
Mengutip tulisan dari Rizal Mallarangeng yang berjudul “Airlangga dan Gebrakan Golkar: Catatan Dari Pilkada 2020” yang dimuat di website Qureta terkait dengan keberhasilan Partai Golkar dalam pilkada serentak 2020 beliau memaparkan:
 
 
Dari sinilah kita sebagai masyarakat bisa belajar bahwa jika suatu partai politik dijalankan secara terukur dengan berbasis ilmu pengetahuan dan kebijakan yang diambil selalu bersifat objektif berdasarkan saintifik maka akan melahirkan suatu partai yang berhasil.